Sabtu, 22 Oktober 2011

Mengenal Huruf Arab Melayu

Lokasi: Pekan Baru, Indonesia
Huruf Arab Melayu berjumlah 37 (tiga puluh tujuh) huruf, yang ditulis dari kanan ke kiri. Penulisannya disesuaikan menurut posisinya; yakni di awal, tengah, dan/atau tunggal. Tidak seperti huruf latin, Huruf Arab Melayu akan merangkai serta putus otomatis bila bertemu dengan huruf lainnya dalam satu kata, menurut kaidah dasar penulisan yang harus dikuasai sebelumnya. Penguasaan termaksud meliputi bentuk/wujud huruf, kaidah penulisan huruf, sifat huruf dan bunyi huruf. Kita dituntut untuk mengetahui dan memahami keempat dasar ini sebelum menulis Arab Melayu.

Perlambangan huruf Arab Melayu merujuk pada bentukan huruf Arab. Setiap huruf, walaupun merupakan huruf tambahan dan/atau adaptasi untuk mewakili bunyi bahasa Melayu, harus tetap merujuk pada rujukan utama. Dengan merujuk pada ihwal di atas, maka di dalam ejaan penulisan huruf Arab Melayu terdapat 3 (tiga) jenis huruf , yakni: Huruf Hijaiyyah, Huruf Elah (‘illah) dan Huruf Melayu.

1. Huruf Hijaiyyah

Huruf Hijaiyyah berjumlah 29 huruf. Menurut Sejarah Peradaban Bahasa Arab, ketetapan huruf-huruf ini berlangsung selama 5 (lima) periode/masa, yaitu :

a. Masa Jahililiyah; bermula pada 150 tahun sebelum Islam (sekitar 480 M) dan berakhir saat kemunculan Islam.
b. Masa Islam; sejak lahir Islam hingga muncul Bani Umaiyah (41 H / 661 M).
c. Masa Bani Umayyah. (661 - 705 M).
d. Dinasti Turki Utsmani, mula jatuhnya Bagdad, berakhir pada tahun 1220 H / 1804 M. Pada masa ini, Khalil bin Ahmad al-Farahidy meletakkan dasar penulisan tanda baca.
e. Periode Akhir, diusung oleh Muhammad Ali Basya di Mesir (1220 H); penetapan jenis huruf utk kebutuhan koran, surat, poster, kantor, sekolah dan/atau lainnya.

Seiring kemunculan ilmu Nahwu dan Sharf (ilmu tata bahasa Arab), maka kesepakatan bentuk, nama dan jumlah huruf Arab sudah ditetapkan. Berikut ini  huruf Hijaiyyah yang dimaksud:

أخير
تـڠه
أوّل
توڠڬل
نام حروف
نومور
-
-
-
ء
همزة
١
ـــب
ـــبـــ
بـــ
ب
باء
٢
ـــة
-
-
ة
تاء مربوطة
٣
ـــت
ـــتـــ
تـــ
ت
تاء
٤
ـــث
ـــثـــ
ثـــ
ث
ثاء
٥
ـــج
ـــجـــ
جـــ
ج
جيم
٦
ـــح
ـــحـــ
حـــ
ح
حاء
٧
ـــخ
ـــخـــ
خـــ
خ
خاء
٨
ـــد
-
-
د
دال
٩
ـــذ
-
-
ذ
ذال
١٠
ـــر
-
-
ر
راء
١١
ـــز
-
-
ز
زاي
١٢
ــــس
ـــســـ
ســـ
س
سين
١٣
ــــش
ـــشــ
شـــ
ش
شيم
١٤
ـــص
ــصــ
صــ
ص
صاد
١٥
ـــض
ــضــ
ضــ
ض
ضاد
١٦
ــــط
ـــطــــ
طـــ
ط
طاء
١٧
ـــظ
ـــظـــ
ظـــ
ظ
ظاء
١٨
ـــع
ـــعـــ
عـــ
ع
عين
١٩
ـــغ
ـــغـــ
غـــ
غ
غين
٢٠
ـــف
ـــفـــ
فـــ
ف
فاء
٢١
ـــق
ـــقـــ
قـــ
ق
قاف
٢٢
ـــك
ــكـــ
كـــ
ك
كاف
٢٣
ـــل
ـــلـــ
لـــ
ل
لام
٢٤
ـــم
ـــمـــ
مــــ
م
ميم
٢٥
ـــن
ـــنـــ
نــــ
ن
نون
٢٦
ـــو
-
-
و
واو
٢٧
ـــه
ـــهـــ
هـــ
ه
هاء
٢٨
ـــي
ـــيـــ
يــــ
ي
ياء
٢٩



Sejarah perkembangan huruf Hijaiyyah tidak terlepas dari sejarah penulisan al-Qur’an. Disini lah letak keuntungan yang diperoleh bangsa Arab dalam mempertahankan bahasa dan aksara mereka. Karena secara tidak langsung, al-Qur’an telah menyusun kaidah bahasa Arab. Kemunculan ilmu Nahwu, Sharf, ilmu Balaghah serta cabang-cabang keilmuannya adalah bersumber dari al-Qur’an sepenuhnya.


2. Huruf Elah

 Huruf Elah berfungsi untuk menegaskan bunyi A, I dan U pada huruf lainnya. Selain itu huruf ini juga berperan untuk membantu bunyi diftong. Dalam penulisan bahasa Turki dan Melayu, huruf Elah juga berperan untuk membunyikan E dan O. Adapun huruf Elah yang dimaksud adalah:

أخير
تـڠه
أوّل
توڠڬل
نام حروف
نومور
ـا
-
-
ا
ألف 
١
ـــى
-
-
ى
ألف مكسورة
٢
ـــو
-
-
و
ألف مضمومة
٣



Secara numografi (nama huruf), semua huruf Elah disebut alif. Namun secara tipografi (bentukan huruf), hanya alif yang berbentuk khas, sedangkan alif maksurah berbentuk ya’ tanpa titik, alif maksurah ‘ala ya’ berbentuk huruf ya’ sepenuhnya dan alif madmumah berbentuk huruf waw.

Menurut pakar bahasa Arab, huruf Elah bukan lah bagian dari Huruf Hijaiyyah, melainkan hanya sebuah lambang. Dalam ilmu Tajwid disebut Mad (tanda panjang-pendek) dan Arab Melayu saat ini menyebutnya huruf Saksi. Namun penyebutan ‘Saksi’ tidak lah tepat, mengingat secara bahasa harfiyah, ‘Saksi’ bermakna pembagian atau pembedaan. Akan lebih tepat lagi kalau kita sebut huruf Elah; yang bermakna membuat atau melakukan; sebab tugas Elah memang demikian.


3. Huruf Melayu

Selain digunakan oleh puak Melayu sedunia, beberapa dari huruf ini juga digunakan oleh Turki, India, Pakistan, Bangladesh, dan beberapa negara mayoritas muslim lainnya. Huruf-huruf ini muncul dari kebutuhan untuk mewakili bunyi huruf yang tidak dimiliki oleh Hijaiyah.

أخير
تـڠه
أوّل
توڠڬل
حروف
نومور
ـچ
ـچـ
چـ
چ
چيه
١
ـڠ
ـڠـ
ڠـ
ڠ
ڠيه
٢
ـڤ
ـڤـ
ڤـ
ڤ
ڤيه
٣
ـڬ
ـڬـ
ڬـ
ڬ
ڬيه
٤
ـۑ/ ـڽ
ـڽـ
ڽـ
ۑ/ ڽ
ڽـيه
٥
ـۋ
ـ
ـ
ۋ
فـيـه
٦



Diduga bahwa pengembangan huruf Melayu merujuk pada konvensi Turki Utsmani, sebagai mercu bagi kesultanan Islam se dunia. Sayangnya hal ini tidak tercatat dalam sejarah.

Pemakaian lambang huruf Arab Melayu tidak hanya antara sesama bangsa Melayu. Bahkan perhubungan antar bangsa, khususnya dengan Eropa, dilakukan dengan Arab Melayu. Penulisan Arab Melayu antar bangsa ini meliputi Perjanjian Dagang, Surat-menyurat antara Raja-Raja di  kerajaan Melayu dengan Pemerintah Eropa, dan lainnya.

Perkembangan tulisan Arab Melayu selanjutnya tidak terlepas dari perkembangan bahasa Melayu itu sendiri. Ulama-Ulama Islam di nusantara, banyak yang telah menerjemahkan berbagai kitab berbahasa Arab ke dalam bahasa Melayu dengan tulisan Arab Melayu. Puncak kejayaan Arab Melayu adalah dengan ditulisnya Kamus Arab – Melayu oleh Syekh Muhammad Idris al-Marbawi; yang dikenal dengan Kamus al-Marbawi.
* * *


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN TULIS KRITIK, SARAN DAN KOMENTAR